Ini adalah satu produk kami, bagi siapa saja yang berbergabung silakan hubungi blog kami, kami memberikan pelayanan yang terbaik untuk anda dan selamat bergabung.
6/12/2017
TK BOUGENVILLE MODONG TULANGAN
Ini adalah satu produk kami, bagi siapa saja yang berbergabung silakan hubungi blog kami, kami memberikan pelayanan yang terbaik untuk anda dan selamat bergabung.
6/05/2017
Hari Kesaktian Pancasila
JAKARTA,
KOMPAS.com –
Pidato
Presiden Joko Widodo dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang disampaikan di
halaman Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis
(1/6/2017), juga dikumandangkan di penjuru Indonesia.
Pidato
Jokowi itu dibacakan masing-masing inspektur upacara yang digelar serentak dari
Sabang sampai Merauke.
Berikut
isi lengkap pidato Jokowi :
"Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk yang pertama kalinya.
Upacara
ini meneguhkan komitmen kita agar kita lebih mendalami, lebih menghayati, dan
mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, sebagai
dasar berbangsa dan bernegara.
Pancasila
merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses, yaitu rumusan Pancasila tanggal 1
Juni 1945, yang dipidatokan oleh Ir. Soekarno.
Piagam
Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah
jiwa besar para founding fathers kita, para ulama, para tokoh agama, dan para
pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga kita bisa membangun
kesepakatan yang mempersatukan kita.
Harus
diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah kodrat keberagaman. Takdir Tuhan
untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman.
Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman.
Berbagai
etnis, berbagai bahasa lokal, berbagai adat istiadat, berbagai agama,
kepercayaan serta golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka
Tunggal Ika kita, Indonesia.
Namun,
kehidupan berbangsa dan bernegara kita, selalu mengalami tantangan. Kebinekaan
kita selalu diuji.
Ada
pandangan dan tindakan yang selalu mengancamnya. Ada sikap tidak toleran yang
mengusung ideologi lain selain Pancasila. Semua itu diperparah oleh
penyalahgunaan media sosial, oleh berita bohong, oleh ujaran kebencian yang
tidak sesuai dengan bangsa kita.
Saudara-saudara
sebangsa dan setanah Air,
Kita
harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme
dan konflik sosial, yang dihantui oleh terorisme dan perang saudara.
Dengan
Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa
terhindar dari masalah-masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong
royong untuk memajukan negeri ini.
Dengan
Pancasila, Indonesia adalah rujukan masyarakat internasional untuk membangun
kehidupan yang damai, yang adil, yang makmur di tengah kemajemukan dunia.
Oleh
karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustad, pendeta, pastur,
biksu, pedanda, pendidik, budayawan, pelaku seni, pelaku media, TNI dan Polri
serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila.
Pemahaman dan pengamalan Pancasila harus terus ditingkatkan.
Ceramah
keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan, dan perdebatan di media sosial
harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Komitmen
pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai
upaya terus kita lakukan.
Telah
diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden
Pembinaan Ideologi Pancasila.
Bersama
seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat
pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan
program-program pembangunan.
Pengentasan
kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya menjadi
bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Hadirin
yang saya hormati,
Tidak
ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa
sesuai dengan Pancasila.
Tidak
ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran,
dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan.
Tidak
ada pilihan lain, kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang
santun, berjiwa gotong royong, dan toleran.
Tidak
ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil,
makmur, dan bermartabat di mata internasional.
Namun
demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan
yang tidak sejalan dengan Pancasila.
Pemerintah
pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang
anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika.
Pemerintah
pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang
jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.
Sekali
lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita.
Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan
saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu
bergotong royong demi kemajuan Indonesia.
Selamat
Hari Kesaktian Pancasila. Kita Indonesia. Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia,
semua Anda Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Terima kasih."
Ikuti perkembangan berita ini dalam
topik:
Penulis Fabian Januarius Kuwado
Editor Sandro Gatra
Subscribe to:
Posts (Atom)