BLOG YUSUF MUHAMMAD

1/22/2019

Spensakre dalam Sejarah


Spensakre dalam Sejarah

Pada zaman dahulu, sebelum SMPN 1 Krembung ada, di kecamatan Krembung tepatnya di halaman balai desa Lemujut (sekarang), berdirilah sebuah sekolah yaitu Sekolah Keterampilan Negeri atau disingkat SKN. Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1956. Namanya saja Sekolah Keterampilan, mata pelajaran yang diberikan tentunya hanya mencakup bidang keterampilan. Konon di awal berdirinya sekolah  tersebut hanya terdiri atas sepuluh siswa dan empat guru. Dalam rentang 7 tahun yakni dari tahun 1956  hingga tahun 1963 sekolah tersebut mengembangkan diri. Saat itu yang menjadi kepala sekolah adalah bapak Pi’i.
IMG_8963.JPGNamun pada tahun 1964 sejarah berganti,  istilah SKN Krembung berubah, yakni menjadi Sekolah Teknik Negeri Krembung atau biasa disebut ST dengan kepala sekolah bapak Soemingan. Awal perubahan kembali bergulir ketika tahun 1975 pemerintah meniadakan ST dan merubahnya menjadi Sekolah Menengah Pertama. Maka berubahlah, STN yang ada di Krembung menjadi SMPN 1 KREMBUNG.  
Namun perubahan itu tidak secara otomatis di tahun tersebut karena siswa saat itu masih berstatus siswa ST. Hingga akhirnya pada tahun 1977 mulailah secara resmi SMPN 1 Krembung  ada, yang ditandai dengan hadirnya siswa sebagai penanda awal dimulainya babak baru tersebut. Tahun itulah yakni tahun 1977 ditetapkan sebagai hari lahir SMPN 1 Krembung karena sudah lengkap, adanya Lembaga, adanya Guru dan adanya Siswa. Dan ditetapkan tanggal 3 Januari sebagai hari pertama siswa baru masuk SMPN ! Krembung. Sebagai tanggal berdirinya SMPN 1 Krembung
Ketika itu SMPN 1 Krembung masih tetap ada di Lemujut, ruang kelasnya hanya ada lima ruang dan statusnya juga masih menumpang. Hingga secara perlahan SMPN 1 Krembung mampu membeli sebidang lahan yang berlokasi di desa Mojoruntut, yang lokasi tersebut awalnya adalah kebun tebu. Akhirnya Pada bulan April 1983 mulai dibangunlah gedung sekolah baru di desa Mojoruntut. Baru pada bulan Juli 1983 gedung sekolah itu mulai di tempati. Tetapi sebagian siswa, pembelajaran masih di lokasi lama yakni di Lemujut.
Di lokasi yang baru tersebut masih terdiri atas lima ruang kelas yang sekarang menjadi ruang kelas IX-1 sampai ruang kelas IX-5. Pada bulan November 1983 ditambahkan lima ruang baru. Tiga ruang tersebut adalah ruang kelas yang saat ini menjadi ruang kelas IX-6 sampai ruang kelas IX-8. Sedangkan dua ruang lainnya digunakan sebagai ruang guru dan ruang kepala sekolah. Ketika itu SMPN 1 Krembung di kepalai oleh pak Pi’i.
Pada bulan Oktober 1984 terjadi pergantian kepala sekolah dari Pak Soemingan ke Pak Soedijo. Setelah dirasa lokasi baru sudah cukup siap, maka pada bulan Agustus 1985 terjadi perpindahan pusat sekolah dari yang berlokasi di halaman balai desa Lemujut menuju desa Mojoruntut. Mulai saat itu, terjadi pembenahan dan pembangunan secara bertahap, terus menerus hingga seperti sekarang ini.
 Semenjak SKN berdiri, Bapak Soewasis yang saat ini menjabat adalah Kepala Sekolah adalah kepala sekolah yang ke-12. Sebelumnya Kepala Sekolah pertama adalah Pak Pi’i, kedua adalah Pak Sumingan, ketiga adalah Pak Sudiyo, keempat adalah Pak Karsono, kelima adalah Pak Kholil Adisantosa, keenam adalah Bpk. H. Sumaryono, ketujuh adalah Bpk. H. Aryo Soroso, kedelapan adalah Bpk. H. Abdul Majid, kesembilan adalah Bpk. H. Abdul Kholik, kesepuluh adalah Bpk. H. Sudiyono, kesebelas adalah Bpk. H. Sa’dullah.
Saat ini usia SMPN 1 Krembung adalah genap 42 tahun. Umur yang sudah dewasa, bukan? Kita berharap semoga kedepan, sekolah yang kita cintai ini semakin lebih baik dan bisa mengukir prestasi lebih banyak lagi. MAX’
                                                                                   
  KREMBUNG, AWAL 2019

No comments:

Post a Comment