B. Keadaan Alam Indonesia
Alam Indonesia dikenal sangat indah dan kaya akan berbagai sumber daya alam. Tidak heran jika banyak wisatawan dari berbagai negaratertarik dan datang ke Indonesia. Kegiatan pariwisata pun berkembangdi sejumah wilayah seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan lain-lain sehingga mendatangkan keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Pernahkah kamu datang ke tempat-tempat wisata di daerah tersebut?
J i k a m e m u n g k i n k a n , berwisatalah ke
daerah wisata di Indonesia sebelum berwisata ke negara lain. Keindahan alam
Indonesia dapat kamu nikmati juga di wilayah tempat tinggalmu. Lihatlah
indahnya pemandangan yang Tuhan telah berikan pada kita semua berupa hutan,
sungai, danau, gunung dan pegunungan yang tampak memesona. Ingatlah, keindahan
tersebut tidak semua negara memilikinya. Banyak negara yang sebagian wilayahnya
hanya berupa padang pasir, hamparan es, padang rumput, dan lain-lain.
Perhatikanlah betapa indahnya alam Indonesia seperti yang tampak pada Gambar 1.3.
Keadaan alam
Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu keadaan fisik wilayah
serta keadaan flora dan fauna. Keadaan fisik wilayah terdiri atas keadaan iklim
dan keadaan bentuk permukaan bumi (kondisi fiografi) yang kemudian akan
menentukan jenis tanahnya. Sementara keadaan flora dan fauna menyangkut jenis
keragaman dan sebarannya.
1.
Keadaan Iklim Indonesia
Letak astronomis
Indonesia yang berada di wilayah tropis membuat Indonesia beriklim tropis. Apa
yang menjadi ciri iklim di daerah tropis? Ciri iklim tropis adalah suhu udara
yang tinggi sepanjang tahun, dengan rata-rata tidak kurang dari 18 O C, yaitu sekitar 27O C. Di daerah tropis,
tidak ada perbedaan yang jauh atau berarti antara suhu pada musim hujan dan
suhu pada musim kemarau.
Kondisi ini berbeda dengan daerah lintang sedang yang suhunya berbeda sangat jauh antara musim dingin dan musim panas. Suhu pada musim dingin dapat mencapai sekitar -20O C atau lebih, sedangkan pada saat musim panas dapat mencapai sekitar 40O C atau lebih. Ciri daerah tropis lainnya adalah lama siang dan lama malam hampir sama yaitu
sekitar 12 jam siang dan 12 jam malam. Secara umum, keadaan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu iklim musim, iklim laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah seperti berikut.
1.
klim musim, dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah setiap
periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan.
2.
Iklim laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang
luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkanterjadinya
hujan.
3.
Iklim panas, terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis.
Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk
terjadinya hujan.
Ketiga jenis iklim tersebut berdampak pada tingginya curah hujan di Indonesia. Curah hujan di Indonesia bervariasi antarwilayah, tetapi umumnya sekitar 2.500 mm/tahun. Walaupun angka curah hujan bervariasi antarwilyah di Indonesia, tetapi pada umumnya curah hujan tergolong besar. Kondisi curah hujan yang besar ditunjang dengan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat cocok untuk kegiatan pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan pangan. Hal yang menarik bagi Indonesia adalah terjadinya angin muson. Angin muson adalah angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudra dan benua. Pada saat samudra menerima penyinaran matahari, diperlukan waktu yang lebih lama untuk memanaskan samudra. Sementara itu, benua lebih cepat menerima panas. Akibatnya, samudra bertekanan lebih tinggi dibandingkan dengan benua, maka bergeraklah udara dari samudra ke benua.
Pada saat musim hujan di Indonesia (Oktober sampai April), angin
muson yang bergerak dari Samudra Pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan
oleh gaya corioli sehingga berubah arahnya menjadi angin barat atau disebut
angin muson barat. Pada saat bergerak menuju wilayah Indonesia, angin muson
dari Samudra Pasifik telah membawa
banyak uap air sehingga diturunkan sebagai hujan di Indonesia. Perhatikan
Gambar 1.4 pada halaman
sebelumnya untuk melihat pola pergerakan angin muson barat. Peristiwa sebaliknya terjadi pada saat musim kemarau (Mei sampai September). Pada saat itu, angin muson dari Benua Australia atau disebut angin timur yang bertekanan maksimun bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia. Karena Benua Australia sekitar 2/3 wilayahnya berupa gurun, udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang dikandungnya. Selain itu, udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara
Australia dan Indonesia sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya. Pada saat itu, di Indonesia terjadi musim kemarau. Perhatikan Gambar 1.5 untuk melihat arah pergerakan angin muson timur.
sebelumnya untuk melihat pola pergerakan angin muson barat. Peristiwa sebaliknya terjadi pada saat musim kemarau (Mei sampai September). Pada saat itu, angin muson dari Benua Australia atau disebut angin timur yang bertekanan maksimun bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia. Karena Benua Australia sekitar 2/3 wilayahnya berupa gurun, udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang dikandungnya. Selain itu, udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara
Australia dan Indonesia sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya. Pada saat itu, di Indonesia terjadi musim kemarau. Perhatikan Gambar 1.5 untuk melihat arah pergerakan angin muson timur.
Pada musim hujan, petani Indonesia mulai mengerjakan lahannya
untuk bercocok tanam. Jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman yang
membutuhkan air pada awal pertumbuhannya, contohnya padi. Sementara itu,
nelayan Indonesia justru mengurangi kegiatan melaut karena biasanya pada musim
hujan sering terjadi cuaca buruk dan gelombang laut cukup besar sehingga
membahayakan mereka. Ikan juga lebih sulit ditangkap sehingga terjadi
kelangkaan pasokan ikan dan akibatnya harga ikan lebih mahal daripada biasanya.
Musim hujan tentu tidak banyak berpengaruh pada aktivitas masyarakat Indonesia yang
pekerjaannya tidak berhubungan langsung dengan alam, misalnya pegawai atau
karyawan.
Pada saat musim kemarau, sebagian petani terpaksa membiarkan lahannya
tidak ditanami karena tidak ada pasokan air. Sebagian lainnya masih dapat
bercocok tanam dengan memanfaatkan air dari sungai, saluran irigasi atau
memanfaatkan sumber buatan. Ada pula petani yang berupaya bercocok tanam
walaupun tidak ada air yang cukup dengan memilih jenis tanaman atau varietas
yang tidak memerlukan banyak air. Pada saat musim kemarau, nelayan dapat
mencari ikan di laut tanpa banyak terganggu oleh cuaca buruk. Hasil tangkapan
ikan juga biasanya lebih besar dibandingkan dengan hasil tangkapan pada musim
hujan sehingga pasokan ikan juga cukup berlimpah. Pola angin muson yang
bergerak menuju wilayah Indonesia pada saat angin barat dimanfaatkan oleh nenek
moyang bangsa Indonesia untuk melakukan perpindahan atau migrasi dari Asia ke berbagai
wilayah di Indonesia. Perahu yang digunakan untuk melakukan migrasi tersebut
masih sangat sederhana dan pada saat itu masih mengandalkan kekuatan angin
sehingga arah gerakannya mengikuti arah gerakan angin muson. Keadaan iklim pada
saat nenek moyang datang ke Indonesia tentu berbeda dengan keadaan iklim saat
ini. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa keadaan curah hujan saat ini
tergolong tinggi, tetapi tidak merata. Ada wilayah dengan curah hujan yang
tinggi, tetapi juga ada yang sebaliknya. Untuk mengetahui sebaran curah hujan
di Indonesia dapat dilihat pada peta 1.6 berikut ini.
Perhatikanlah sebaran curah hujan pada Gambar 1.6. Untuk
memperoleh informasi tentang intensitas curah hujan, kamu dapat melihat legenda
atau keterangan peta. Warna hijau menunjukkan curah hujan kurang dari 1.000
mm/tahun, warna ungu menunjukkan curah hujan 1.000 - 4.000 mm/tahun, dan warna
kuning menunjukkan curah hujan lebih dari 4.000 mm/tahun.
Rangkuman materi
Keadaan alam Indonesia.
Keadaan alam Indonesia
dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu keadaan fiik wilayah serta
keadaan flora dan fauna. Keadaan fiik wilayah terdiri atas keadaan iklim dan
keadaan bentuk permukaan bumi (kondisi fiografi) yang kemudian akan menentukan
jenis tanahnya. Sementara keadaan flora dan fauna menyangkut jenis keragaman
dan sebarannya.
Keadaan iklim
Indonesia.
Secara umum, keadaan
iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu iklim musim, iklim
laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah
seperti berikut.
1.
Iklim musim, dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah
setiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam
bulan.
Indonesia mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Pada saat musim hujan di Indonesia
(Oktober sampai April), angin muson yang bergerak dari Samudra Pasifik menuju
wilayah Indonesia dibelokkan oleh gaya corioli sehingga berubah arahnya menjadi
angin barat atau disebut angin muson barat. Pada saat bergerak menuju wilayah
Indonesia, angin muson dari Samudra Pasifi telah membawa banyak uap air
sehingga diturunkan sebagai hujan di Indonesia.
Peristiwa sebaliknya terjadi pada saat musim kemarau (Mei sampai
September). Pada saat itu, angin muson dari Benua Australia atau disebut angin
timur yang bertekanan maksimun bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan
minimum melalui wilayah Indonesia. Karena Benua Australia sekitar 2/3
wilayahnya berupa gurun, udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang
dikandungnya. Selain itu, udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit
antara Australia dan Indonesia sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya.
Pada saat itu, di Indonesia terjadi musim kemarau.
Keuntungan pada musim hujan.
Ø
Pada musim hujan, petani Indonesia mulai mengerjakan lahannya
untuk bercocok tanam. Jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman yang
membutuhkan air pada awal pertumbuhannya, contohnya padi.
Kerugian
pada musim hujan.
Ø
Nelayan Indonesia justru mengurangi kegiatan melaut karena
biasanya pada musim hujan sering terjadi cuaca buruk dan gelombang laut cukup
besar sehingga membahayakan mereka.
Keuntungan
pada musim kemarau.
Ø
Pada saat musim kemarau, nelayan dapat mencari ikan di laut
tanpa banyak terganggu oleh cuaca buruk. Hasil tangkapan ikan juga biasanya
lebih besar dibandingkan dengan hasil tangkapan pada musim hujan sehingga
pasokan ikan juga cukup berlimpah.
Kerugian
pada musim kemarau.
Ø
Petani terpaksa membiarkan lahannya tidak ditanami karena tidak
ada pasokan air.
2.
Iklim laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang
luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya
hujan.
Gambaran
tentang kondisi curah hujan antarwilayah adalah seperti berikut.
1.
Pantai barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih
banyak dari pantai timur.
2.
Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT merupakan barisan pulau-pulau yang
panjang dari barat ke timur. Karena hanya dipisahkan oleh selat yang sempit,
dapat dianggap sebagai satu pulau sehingga berlaku dalil bagian timur pulau
curah hujannya lebih kecil daripada curah hujan di bagian barat. Karena itulah,makin
ke timur dari Banten sampai Nusa Tenggara curah hujannya makin kecil.
3.
Selain bertambah jumlahnya dari timur ke barat, hujan juga
bertambah dari dataran rendah ke pegunungan.
4.
Di daerah pedalaman semua pulau, musim hujan jatuh pada masa musim
pancaroba, demikian juga di daerah rawa yang luas.
5.
Bulan maksimum hujan bergantung pada letak Daerah Konvergensi Antar
- Tropik (DKAT).
6.
Saat mulai turunnya hujan juga bergeser dari barat ke timur.
Pantai barat Pulau Sumatra sampai Bengkulu mendapat hujan terbanyak pada bulan
November, sedangkan Lampung dan Bangka yang letaknya sebelah timur terjadi
hujan pada bulan Desember. Demikian halnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT yang
letaknya lebih ke timur dari Sumatra, hujan terbanyak terjadi pada Bulan
Januari dan Februari.
7.
Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah
mempunyai musim hujan yang berbeda, yaitu Mei-Juni. Pada saat itu, bagian barat
Indonesia justru sedang musim kemarau. Musim hujan dan kemarau di Indonesia
sangat dipengaruhi oleh angin muson. Angin muson merupakan angin berskala
regional yang terbentuk karena adanya perbedaan tekanan udara antara daratan
atau benua dan lautan atau samudra. Sifat daratan dan lautan berbeda jika
merespons radiasi matahari yang diterimanya. Jika terkena sinar matahari,
daratan lebih cepat panas dibandingkan dengan lautan, demikian sebaliknya
daratan cepat dingin dibanding lautan. Perbedaan tersebut mengakibatkan
terjadinya perbedaan tekanan antara daratan dan lautan. Bergeraklah udara dari
samudra ke benua.
Pada bulan Juni, matahari dalam peredaran semunya berada di
Belahan Bumi Utara (BBU) dan Benua Asia menjadi pusat tekanan rendah. Sifat
benua atau daratan yang cepat panas menjadikannya menjadi pusat tekanan rendah.
Samudra yang relatif lambat panas memiliki tekanan udara yang lebih besar
sehingga udara bergerak dari Samudra Pasifi ke Benua Asia. Pada bulan Juni,
Belahan Bumi Selatan (BBS) sedang mengalami musim dingin. Australia saat itu
sedang mengalami musim dingin sehingga tekanan udaranya sangat tinggi,
berlawanan dengan Benua Asia yang sangat rendah. Udara dari Australia juga ikut
tersedot ke arah Benua Asia melewati Indonesia. Karena udara tersebut berasal
dari Benua Australia yang kering (2/3 Benua Australia adalah gurun), dan
melewati Samudra Hindia yang sempit, terjadilah musim kemarau di Indonesia.
Pada bulan November, Desember, dan Januari, Benua Australia menjadi pusat
tekanan rendah. Pada saat itu, tekanan udara di Benua Asia dan Samudra Pasifi
lebih tinggi. Bergeraklah udara dari Samudra Pasifi menuju Benua Australia
melewati Indonesia. Karena udara tersebut berasal dari Samudra Pasifi, banyak
mengandung uap air yang ketika sampai di Indonesia dapat mendatangkan hujan.
Pada
saat inilah Indonesia mengalami musim hujan.
saat inilah Indonesia mengalami musim hujan.
3.
Iklim panas, terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis.
Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk
terjadinya hujan.