BLOG YUSUF MUHAMMAD

3/10/2015

Buku Pegangan Siswa dan Guru Kurikulum 2013 Edisi 2014


         Buku Pegangan Siswa dan Guru Kurikulum 2013 Edisi 2014 Untuk Jenjang SD dan SMP. Buku ini penting  untuk dimiliki terutama sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum 2013. kami sengaja menyediakan link buku pegangan siswa dan guru kurikulum 2013 edisi 2014. silahkan anda mendownload dibawah ini :



Buku Pegangan SMP Kelas 7 Edisi Revisi 2014
Buku Pegangan SMP Kelas 8

3/05/2015

MADING SMP NEGERI 1 KREMBUNG



Rasullullah Sangat Mencintai Kita
Halo, sobat Bianglala! Ketemu lagi dengan rubrik opini Bianglala. Kita akan membahas pribadi Nabi Muhammad yang sangat mencintai umatnya.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus khusus untuk umat akhir zaman. Pada awal syi’ar beliau, banyak dari kaumnya yang tidak menghiraukan seruan beliau. Hanya segelintir dari mereka yang mau masuk Islam. Meski pun demikian, beliau tetap teguh, tak sedikit pun ingin menyerah.
Sesungguhnya beliau sangat mencintai kaumnya. Hal tersebut dibuktikan dari peristiwa yang datang dari diri Rasulullah. Misalnya saja, saat hijrah beliau menyuruh pengikutnya untuk berangkat terlebih dahulu, sementara beliau sendiri berangkat terakhir. Karena beliau ingin memastikan keadaan aman dari kaum kafir Quraisy.
Dan yang lebih menakjubkan adalah disaat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akan wafat, beliau tidak menyebut anaknya, bukan menyebut istrinya, atau kerabatnya yang lain, melainkan menyebut ‘ummatii (umatku)’.
Dan saat ini dikabarkan bahwa beliau tidak ingin masuk surga kecuali bersama kaumnya. Jadi, saat ini beliau menunggu kita di sana.
Sungguh tidak pantas apabila kita tidak mencintai beliau. Sampai di sini perjumpaan kita, dan sampai jumpa di edisi berikutnya!


 
Berhijab mengubah semuanya
Suatu hari, aku diajak Ibu jalan-jalan ke taman. Aku tak merasa ibu tak seperti biasa yang aku kenal, beliau lebih menuruti semua keinginanku.
Tiba-tiba pada sore hari, aku mendengar kabar dari tetangga bahwa ibuku telah meninggal dunia. Aku merasa bahwa Tuhan tidak adil. Orang yang aku sayangi malah diambil oleh-Nya. Namun, aku merasa bingung. Meskipun beliau sudah meninggal, tapi mengapa masih bisa tersenyum?
Sejak hari itu, aku mulai mengerjakan semua pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh ibu. Tetapi, salah satu dari anggota keluargaku tidak menyetujui keputusanku itu. Namun, aku tetap melakukannya meskipun dilarang. Karena, menurutku, itu adalah keputusan yang terbaik untukku.
Keesokan harinya, aku mulai masuk sekolah. Saat aku berjalan di koridor sekolah, dari kejauhan aku mendengar tawa dan canda sekumpulan gadis yang diselingi dengan gurauan. Aku tak peduli, seolah-olah aku tak melihatnya. Tiba-tiba, ada seorang gadis memanggil namaku “Siti, jangan sok alim seperti ustadza yang sudah pasti masuk syurga. Ayo! Kita jalan-jalan ke mall, membeli gadget terbaru dan memakai baju-baju bermerk yang menampilkan kecantikan kita.” Mendengar kata itu, aku berhenti sejenak, seakan-akan pikiranku kembali ke masa lalu saat masih bersama mereka. Kunikmati hidup tiada batas. Disisi lain, aku sudah berikrar kepada Sang Pencipta Alam, bahwa aku akan menutup auratku dan menjadi orang yang lebih baik. Bismillah, kulangkahkan kakiku menuju kelas dan meninggalkan ajakan kesenangan dari teman-temanku. Dalam hati aku bergumam “Semoga apa yang aku kerjakan selalu Engkau Ridhoi.”
Tiada hari tanpa cemooh. Namun, Bapak dan Ibu Guru tetap menyemangatiku untuk selalu berbuat baik walaupun aku sering dicemooh oleh teman-teman akan perubahanku itu. Aku terus dan terus berusaha tegar. Lambat laun, teman-teman mulai menerimaku apa adanya. Dan pada akhirnya, satu per satu mulai kuajak untuk memalai hijab.

Karya : Irma Dwi Anggraeni